Profile Herry Santoso
Herry Santoso
Motivator yang Memotivasi Berkat Pengalaman Hidup
Bangkit Setelah Terbelit Utang
Herry
Santoso adalah sulung dari tiga bersaudara. Tinggal di Semarang, papa
dan mamanya seorang penjual bumbu-
bumbu dapur yang dibungkus kecil- kecil, lalu dijual ke pasar- pasar.
“Kondisi keuangan keluarga
seringkali membuat kami tidak bisa mendapat makan yang cukup, adik sempat putus
sekolah, dan kami sempat tidak memiliki uang untuk memperpanjang rumah
kontrakan,” tuturnya.
Sejak kecil hingga
remaja, Herry merupakan seorang anak yang minder dan kuper (kurang
pergaulan). Mungkin karena ia
memiliki pola pikir bahwa ia adalah orang
miskin dan tidak memiliki apa- apa. Untuk
membantu keuangan keluarga, ia pernah
berjualan sandal secara door to door
dan berjualan piring kertas ke pasar-pasar. Begitulah kisah pilu sosok
Herry Santoso kecil.
Dulu
rumah kontrakan yang ditinggali oleh keluarga sudah habis masa kontraknya.
Tinggal satu hari lagi. Waktu
itu orangtua Herry mengatakan bahwa mereka tidak memiliki uang untuk membayar
kontrakan. Singkat cerita, akhirnya sekeluarga
berusaha meminjam uang ke sana kemari. Kepada saudara-saudara untuk membayar
kontrakan tersebut. Akhirnya mendapatkan pinjaman, meskipun harus mendengar
kata-kata yang kurang mengenakkan dari saudara-saudara.
Keadaan
itulah yang mendorong Herry untuk mencari pekerjaan di Jakarta. Pada tanggal 24
Januari 2004, di usia 22 tahun Herry mantap berbekal sebuah tas yang berisi pakaian, dan uang Rp 150.000. Uang tersebut pemberian dari keponakan papa, ia
berangkat merantau ke Jakarta. Di Jakarta, Herry mengalami banyak proses
pembentukan yang dari Tuhan dan memang tidak mudah. “Saya pernah tidak bisa
makan, sehingga harus minum air kran untuk mengenyangkan perut saya.”, katanya
Mengawali
karier sebagai medical representatif
(sales di perusahaan farmasi) selama
beberapa tahun. Pengalaman
demi pengalaman kerja ia tempuh demi untuk bertahan hidup. Hingga pada suatu
kali ia mendirikan beberapa perusahaan dan
menjadi presiden direktur serta
konsultan dari sebuah perusahaan pembuat roti (bakery) selama beberapa tahun. Berbekal pengalaman kerja dan
mengelola beberapa Perusahaan, ia lalu memutuskan
untuk menjadi seorang Motivator dan “Service Excellence and
Handling Complaint Training Specialist”. Salah satu perusahaan yang ia dirikan adalah : Prosma
Institute, Yaitu sebuah perusahaan yang
bergerak di bidang training ( pelatihan) Sumber Daya Manusia.
Bertemu
Dunia Public Speaking
Puji
Tuhan, setelah berjuang sekian tahun, Tuhan membuka jalan. Usaha yang ia
lakukan berbuah hasil dan akhirnya bisa membuka beberapa Perusahaan. Herry kini
berfokus memberikan pelatihan bagi banyak perusahaan. Jadi, tepatlah sebuah
kalimat yang mengatakan
“from zero to hero” itu ia alami sendiri. Semakin mantap menjalani hidup
dan meyakini motto “Inspiring
People to Be A Champion.”, dan “TanpaTuhan, saya tidak bisa berbuat apapun.” Dan
berkat Tuhan pula, kini ia menikmati keluarga yang bahagia. Istrinya seorang
dokter Gizi, ia bernama dr. Irene Gabriela, dan dikaruniai
sepasang putra dan putri.
Herry
sangat yakin saat memutuskan untuk menjadi trainer pada
tahun 2006-2007. Salah satu hal penting yang melatarbelakangi menjadi seorang trainer
adalah karena “Janjinya kepada
Tuhan”. Ceritanya seperti ini, setelah
beberapa tahun merintis karir sebagai seorang Medical Representatif, ia mendapat tawaran dari sebuah
bank untuk mengajukan pembuatan kartu kredit. Pengajuan kartu kredit tersebut disetujui. Herry menggunakan kartu kredit dengan tidak
bijaksana.
Ia
seperti dendam dengan masa lalunya yang serba terbatas secara ekonomi lantas
ingin membeli apa saja dengan kartu kreditnya. Herry membeli Alat musik
“Keyboard” dan berbagai barang yang ia inginkan. Tanpa disadari, tagihan kartu kredit
sudah melebihi batas kredit serta
tagihan cicilan bulanan kartu tersebut 3x lebih besar dari gaji bulanan. Ia tidak dapat membayar cicilan
selama lebih dari 1 tahun.
“Hidup
tidak tenang karena dikejar-kejar oleh debt collector,
sepertinya hidup saya sudah berada di jurang yang terdalam,” katanya. Ia merasa sangat sesak dan tidak tahu harus meminta tolong dari siapa. Meminta bantuan orangtua
di
Semarang jelas tidak mungkin karena mereka
juga tidak memiliki uang.
Herry terpaksa menghadapi kondisi tersebut seorang diri. Namun, ia justru sadar bahwa itu
adalah kesalahannya sendiri. Ia memutuskan untuk tidak
lari tetapi menghadapi para debt
collector dengan sabar dan baik.
Ia mohon
ampun kepada Tuhan atas kesalahan tersebut. Ia yakin bahwa Tuhan akan
menolongnya. Di dalam hati, ia berdoa dan berjanji kepada
Tuhan bahwa jika Tuhan menolong maka ia akan
membantu sebanyak mungkin orang dengan apa yang dimiliki. Suatu
ketika Herry datang kepada mentornya (Pak Paulus Suwargiono dan Bu Yulia
Suwargiono). Mereka
berdua yang menguatkan dan
mendoakannya.
Akhirnya Tuhan menolongnya melalui bisnis
yang ia rintis. Lambat laun hutang kartu kreditnya terlunasi dalam jangka
beberapa bulan. “Terima kasih Tuhan,” ucap Herry.
Janji
yang pernah diutarakan Herry dalam doanya kemudian ia lakukan. Karena merasa
memang bukan seorang milliarder yang dapat memberi uang kepada orang yang
membutuhkan, setelah direnungkan maka
ia akan menolong sebanyak
mungkin orang dengan apa yang dimiliki.
Salah satu hal berharga yang ia miliki
adalah pengalaman dan karunia untuk
mengajar. Itulah yang akhirnya mendorong Herry untuk menjadi seorang trainer yang mengajar serta memberikan inspirasi kepada
banyak orang. Sampai kini Herry sangat menikmati
profesi sebagai seorang trainer, khususnya di bidang Motivasi, Service Excellence,
Handling Complaint, dan “Komunikasi Efektif”.
Ingat Janjinya Kepada Tuhan
Awal
merintis karir sebagai seorang public speaker yang belum dikenal memang tidak mudah untuk
mendapatkan klien. “Untuk mendapatkan
klien, saya mulai dengan memberikan training secara gratis kepada beberapa perusahaan,
namun meskipun saat itu tidak dibayar, saya tetap tampil all out dan
memberikan yang terbaik untuk mereka.”, katanya.
Dalam
pikiran Herry hanya bahwa yang penting adalah mendapatkan “peluang” dan bukan semata-mata
uang. Puji Tuhan setelah beberapa waktu
lamanya
menjalani proses tersebut ia mampu
menunjukkan kredibilitas sebagai
seorang Public Speaker. Sampai saat ini ada banyak klien dari beberapa perusahaan besar. Bahkan beberapa perusahaan yang dulu ia berikan training gratis,
kini menjadi klien tetapnya.
Menekuni
bidang training karena tiga hal, ia memiliki
passion dan kemampuan di dalam mengajar. Dengan
memberikan inspirasi dan tips–tips sukses Herry
dapat
membantu dan bermanfaat bagi sebanyak mungkin orang, dan janjinya kepada Tuhan. “Jika kita berbagi Ilmu
kepada orang lain, maka Ilmu tersebut akan bermanfaat bagi orang- orang seumur
hidupnya” imbuhnya. Herry mengajarkan peserta dengan pengalaman yang
pernah dilakoninya selain materi yang dikemas dengan humor segar sekaligus
ditutup dengan perenungan. Ia senantiasa membawakan trainingnya dengan humor
segar, dan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta sehingga suasana pelatihan
menjadi asik dan seru.
“Sebagai
trainer, kita harus mampu memahami kondisi dan karakter peserta yang
berbeda-beda dan harus mampu memfasilitasi mereka. Pengetahuan dan informasi
terus bertambah dan mengalami perubahan (terlebih di era digital seperti
sekarang ini), sehingga sebagai trainer kita dituntut untuk terus melakukan
Upgrade diri dan materi, sehingga materi yang diberikan tetap relevan dengan peserta. Tantangan berikutnya adalah
bahwa sebagai trainer, kita harus menghidupi apa yang kita ajarkan, karena kita
bertanggung jawab penuh kepada Tuhan.”,
katanya.
Herry
terinspirasi dari berbagai tokoh seperti Paulus Suwargiono dan Yulia
Suwargiono, serta Philip Triatna dan Julie Tane. Mereka
adalah pasangan
suami istri yang menginspirasnya.
Kerendah hatian mereka dan kepedulian mereka dengan kehidupan orang lain telah
menyentuh hatinya.
Ketika ia sedang dalam proses menerbitkan
buku yang ditulisnya “6K : Ilmu Rahasia Sang Pemenang”, Pak Philip memberi dorongan dan dukungan. Buku yang berisi tentang rumusan Kompetensi,
Kesempatan, Keputusan, Kerja Keras dan Cerdas, Kepemimpinan Pribadi, dan
Karunia Tuhan. Fokuslah
pada PELUANG, bukan pada UANG. Dengan buku itu, Herry ingin berbagi pengalamannya mengenai
fokus pada keunggulan pribadi Anda dan berikan standar pelayanan yang terbaik buat pelanggan.
Profile Profesional Herry Santoso
:
Herry
Santoso merupakan Service Excellence
and Handling Complaint Training Specialist, Public Speaker, dan Penulis Buku “6K : Ilmu Rahasia
Sang Pemenang” ( Penerbit Gramedia). Ia telah berpengalaman
memberikan training selama lebih dari 10 tahun bersama Prosma Institute, sebuah
lembaga Training yang didirikannya di Jakarta.
Ia telah diundang sebagai Narasumber Radio SMART FM dan
Radio HEARTLINE FM dengan topik bisnis dan motivasi, serta telah
banyak diundang untuk memberikan Coaching dan Training kepada banyak perusahaan
dari berbagai bidang, mulai dari : Rumah Sakit, Perbankan, Logistik, Asuransi,
Securities Company, Retail, Property, Manufaktur, Apotik, Pendidikan, Pemerintahan, Call Centre, dan lain
sebagainya.
Beberapa klien beliau di antaranya : RS. Mitra Keluarga
( cab. Kemayoran, Bekasi Barat, Bekasi Timur, Cikarang, Depok, dan Kalideres),
RSIA Family, RS. Premier Jatinegara, RS. Columbia Asia, RSB Permata Ibunda, RS
Imanuel Bandar Lampung, RS. Wahidin Sudirohusodo Makassar, RS. Atma Jaya, RS.
Husada, RS. Eka Hospital, PT. BPR Cipatujah Jabar ( Bank Perkreditan Rakyat),
PT. Mitsubishi Electric Automotive Indonesia, PT. Jamsostek, PT. Era Indonesia
( #1 Property Agent in Indonesia), Toko Buku Gramedia, PT. Indo Premier
Securities, PT. Novell Pharmaceutical Laboratories, PT. Pan Pacific Insurance,
PT. YKK Zipco Indonesia, Suku Dinas Tata Ruang DKI Jakarta, PT. Tirta Nusa
Persada, PT. Duet Pratama Samudra, PT. Kasih Karunia PT. Stella Maris
International, Apotek K-24, dsb.
Spesialisasi training yang ia berikan adalah :
Service Excellence, Handling Complaint, Communication Skill, Presentation
Skill, Leadership, Motivation.
Gayanya yang antusias, penuh humor, hangat, dan
dapat menyampaikan materi dengan mendalam, serta mudah dimengerti dan
dipraktekkan membuat training- training yang beliau berikan disukai oleh para
peserta, dan memberikan hasil yang signifikan.
Untuk mengundang Herry Santoso untuk memberikan Coaching, Training, dan Motivasi di Perusahaan Anda, silakan menghubungi Consultant kami di :
PROSMA INSTITUTE
Phone : 085100 465050 / 0811 959 3004
Email : prosmainstitute@yahoo.com

No comments:
Post a Comment