Business Tips :
Cara Ampuh Meningkatkan Performa
Karyawan
Di antara ketiga sumber daya yang
dibutuhkan perusahaan, sepertisumber daya fisik, modal, dan manusia, yang
paling penting dan yang paling menantang di dalam mengelolanya adalah Sumber
Daya Manusia. John C Maxwell mengatakan bahwa Perusahaan kita tidak akan pernah
terbang seperti Rajawali jika di dalamnya berisi sekumpulan ayam. Pernyataan
Maxwell tersebut bukanlah tanpa dasar, karena sehebat apapun sistem yang
dibuat, dan sehebat apapun fasilitas yang dimiliki sebuah perusahaan, jika
dikelola oleh orang- orang yang tidak berkualitas, maka perusahaan tersebut
tidak akan berkembang lebih jauh lagi.
Manusia sebagai penggerak, dan
pengelola dari dua sumber daya yang lainnya. Untuk itu, hal yang harus kita
lakukan sebagai pemilik bisnis ataupun sebagai leader di sebuah perusahaan
adalah mengelola SDM yang ada dengan baik. Pertanyaan yang
paling penting adalah : Bagaimana cara yang tepat di dalam mengelolanya ? Ada
banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengelola dan meningkatkan performa
karyawan kita, berikut saya berikan beberapa contoh dari cara mengelola
karyawan :
1.
Jual Visi Perusahaan Anda kepada seluruh Karyawan
Jelaskan
kepada para karyawan visi perusahaan Anda ke depannya, dan ajak mereka untuk
bersama- sama mencapai visi itu. Contohnya adalah di salah satu perusahaan saya
yang bergerak di Bimbingan Belajar. Saya sering menjual visi saya kepada
seluruh karyawan saya dengan mengatakan kepada mereka : “Di luar sana terdapat
ribuan calon pemimpin, calon presiden, dan calon pengubah dunia yang
membutuhkan dorongan semangat dan bimbingan agar mereka bisa mencapai impian
mereka, dan sebagian dari mereka sekarang ada di tempat kita untuk kita
bimbing. Tugas kitalah untuk membantu membentuk mereka. Anda siap untuk tugas
mulia ini?”
Dan
masih banyak lagi contoh cara menjual visi kepada karyawan, tergantung dari
bidang usaha dan customer yang dilayani. Dengan jalan demikian, karyawan kita
menjadi mengerti bahwa keberadaan mereka di perusahaan kita itu penting, dan
pekerjaan mereka itu mulia karena berdampak besar.
2.
Buatlah “Game of Work” dalam bekerja
Secara
umum, manusia menyukai game/ permainan. Hal ini terbukti dengan banyaknya jenis
permainan yang diciptakan, dan dimainkan manusia. Mengapa manusia menyukai game
? Karena manusia adalah “ACHIEVER”, manusia
selalu memiliki naluri untuk mengejar tantangan, dan mencapai sesuatu. Game membuat manusia
kecanduan, karena ketika manusia memenangkan sebuah game, ada rasa kepuasan
tersendiri, ada rasa kemenangan, dan ada rasa berdaya guna.
Contohnya
adalah sepak bola, di seluruh dunia, hampir semua orang menyukai sepak bola. Karena
di dalam sepak bola terdapat unsur ketegangan, yaitu ketika akan memasukkan
bola ke gawang lawan, dan ketika sebuah tim kesayangan kita ketinggalan score
dari tim lawan. Ketika tim kita menang, ada unsur kebanggaan dan kemenangan;
sebaliknya ketika kalah, ada unsur kekecewaan dan penasaran.
Demikian
juga dengan proses kerja di perusahaan kita, jika kita ingin karyawan kita
bekerja dengan happy, dan semangat, buatlah “Game Of Work”, artinya sebuah
permainan di dalam bekerja. Contohnya : kita menetapkan sebuah kriteria
penilaian, misalnya kehadiran tepat waktu. Ketika sebuah divisi dari perusahaan
kita persentase kehadiran tepat waktu dari seluruh anggota timnya paling tinggi
di antara divisi lain, maka seluruh anggota tim dari divisi yang menang
tersebut berhak memakai PIN kemenangan selama sebulan, lalu di akhir bulan,
mereka mendapatkan kesempatan untuk ditraktir makan bakso. Ketika makan bakso,
kita foto, dan foto mereka kita pajang di mading kantor, sehingga semua divisi
melihat.
Dan
masih banyak variasi “Game Of Work” dan reward bagi pemenang, intinya adalah
ciptakan semacam permainan yang berhubungan dengan produktivitas kerja. Maka
karyawan akan termotivasi, dan tertantang.
3.
Performance Based Income
Kita
buat sebuah sistem di mana, penghasilan karyawan tergantung dari performance
mereka di perusahaan. Semakin baik performance yang mereka berikan, semakin
besar pula income yang mereka dapat.
Contohnya,
sebuah perusahaan garmen yang mempekerjakan beberapa karyawan mengalami
kendala, yaitu setiap kali ada pesanan yang semakin banyak, beberapa karyawannya
mengeluh karena harus bekerja lebih keras, akibatnya mereka bekerja asal-
asalan, dan membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan pesanan. Akhirnya,
sang pemilik mengubah sistem penggajian karyawannya. Yaitu, setiap
menyelesaikan 10 potong baju, akan mendapatkan tambahan insentif sebesar Rp.
2.000,-. Alhasil, karyawannya bekerja denga lebih giat, dan ketika pesanan
banyak datang, mereka semakin semangat. Mengapa demikian ? karena semakin
banyak baju yang berhasil ia buat, maka semakin banyak pula insentif yang ia
dapat, hal ini berarti penghasilan mereka akan semakin besar seiring dengan
semakin banyaknya pesanan.
Nah,
apa jenis usaha Anda? Anda dapat memodifikasikannya sesuai dengan kondisi dan
kebutuhan perusahaan Anda. Strategi di atas hanya sebagai contoh penerapan dari
“Performance Based Income”
4.
Training dan Refreshing Berkala
Kendala
di pekerjaan, hubungan dengan atasan, dan rekan kerja yang kurang harmonis dapat membuat motivasi
karyawan menurun. Jika demikian, lama kelamaan performance mereka juga akan
menurun, hal tersebut akan mengakibatkan menurunnya performance perusahaan. Oleh
karena itu, berikan waktu kepada karyawan untuk melakukan refreshing, minimal
1-2 kali dalam setahun.
Refreshing
tersebut dapat diberikan dalam bentuk training, game, ataupun diajak jalan-
jalan ke puncak. Dengan diberikannya refreshing berkala, maka performance
karyawan akan senantiasa terjaga, dan biasanya setelah diberikan training,
performance karyawan akan meningkat hingga 20 %.
5.
Berikan evaluasi dan motivasi secara berkala
Berikan
evaluasi secara berkala terhadap kinerja karyawan. Biasanya evaluasi dilakukan
secara berjenjang, artinya adalah setiap level jabatan akan dievaluasi oleh
atasan langsung di atasnya.
Evaluasi
hendaknya dilakukan dengan cara yang sistematis, dan harus dijelaskan kepada
karyawan bahwa tujuan dilakukannya evaluasi secara berkala ini adalah untuk
membantu meningkatkan performance mereka. Atasan langsung dapat memberikan
arahan dan masukan dengan cara yang benar kepada anggota timnya, agar mereka
dapat mengembangkan diri lebih lanjut. apa yang menjadi kekurangan selama
periode sebelumnya harus segera dibenahi.
Sang
atasan juga harus selalu memberikan motivasi, baik secara formal maupun
informal kepada anggota timnya.
Demikian
tip untuk meningkatkan performance karyawan dari saya, untuk mendapatkan
materi, dan tip- tip praktis secara
lebih detail dan mendalam mengenai pokok bahasan di atas, bisa Anda dapatkan di
dalam Public Training, serta In-House Training dan Workshop saya (Herry Santoso).
Sampai bertemu di puncak juara,
Salam juara,
Anda boleh koq menyebarkan
artikel ini kepada sebanyak mungkin orang, namun dengan tetap menyertakan informasi
di bawah ini ya.
Penulis :
Herry Santoso
- Penulis buku “6K :
Ilmu Rahasia Sang Pemenang”, Penerbit : Gramedia, 2014
- Motivator and Trainer
Twitter :
@herrytrainer
Untuk mengundang Herry Santoso untuk
memberikan Coaching, Training, dan Motivasi di Perusahaan Anda, silakan
menghubungi Consultant kami :
Prosma Institute
Phone : 085100 465050 / 0811 959 3004
E-mail : prosmainstitute@yahoo.com
Website : www.herrysantoso.com
No comments:
Post a Comment