Saturday, August 31, 2013

Business Tips : Cara Ampuh Meningkatkan Performa Karyawan




Business Tips : 
Cara Ampuh Meningkatkan Performa Karyawan

        Di antara ketiga sumber daya yang dibutuhkan perusahaan, sepertisumber daya fisik, modal, dan manusia, yang paling penting dan yang paling menantang di dalam mengelolanya adalah Sumber Daya Manusia. John C Maxwell mengatakan bahwa Perusahaan kita tidak akan pernah terbang seperti Rajawali jika di dalamnya berisi sekumpulan ayam. Pernyataan Maxwell tersebut bukanlah tanpa dasar, karena sehebat apapun sistem yang dibuat, dan sehebat apapun fasilitas yang dimiliki sebuah perusahaan, jika dikelola oleh orang- orang yang tidak berkualitas, maka perusahaan tersebut tidak akan berkembang lebih jauh lagi.
            Manusia sebagai penggerak, dan pengelola dari dua sumber daya yang lainnya. Untuk itu, hal yang harus kita lakukan sebagai pemilik bisnis ataupun sebagai leader di sebuah perusahaan adalah mengelola SDM yang ada  dengan baik. Pertanyaan yang paling penting adalah : Bagaimana cara yang tepat di dalam mengelolanya ? Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengelola dan meningkatkan performa karyawan kita, berikut saya berikan beberapa contoh dari cara mengelola karyawan :
1.    Jual Visi Perusahaan Anda kepada seluruh Karyawan
Jelaskan kepada para karyawan visi perusahaan Anda ke depannya, dan ajak mereka untuk bersama- sama mencapai visi itu. Contohnya adalah di salah satu perusahaan saya yang bergerak di Bimbingan Belajar. Saya sering menjual visi saya kepada seluruh karyawan saya dengan mengatakan kepada mereka : “Di luar sana terdapat ribuan calon pemimpin, calon presiden, dan calon pengubah dunia yang membutuhkan dorongan semangat dan bimbingan agar mereka bisa mencapai impian mereka, dan sebagian dari mereka sekarang ada di tempat kita untuk kita bimbing. Tugas kitalah untuk membantu membentuk mereka. Anda siap untuk tugas mulia ini?”
Dan masih banyak lagi contoh cara menjual visi kepada karyawan, tergantung dari bidang usaha dan customer yang dilayani. Dengan jalan demikian, karyawan kita menjadi mengerti bahwa keberadaan mereka di perusahaan kita itu penting, dan pekerjaan mereka itu mulia karena berdampak besar.
  
2.    Buatlah “Game of Work” dalam bekerja
Secara umum, manusia menyukai game/ permainan. Hal ini terbukti dengan banyaknya jenis permainan yang diciptakan, dan dimainkan manusia. Mengapa manusia menyukai game ? Karena manusia adalah “ACHIEVER”, manusia selalu memiliki naluri untuk mengejar tantangan, dan mencapai sesuatu. Game membuat manusia kecanduan, karena ketika manusia memenangkan sebuah game, ada rasa kepuasan tersendiri, ada rasa kemenangan, dan ada rasa berdaya guna.
Contohnya adalah sepak bola, di seluruh dunia, hampir semua orang menyukai sepak bola. Karena di dalam sepak bola terdapat unsur ketegangan, yaitu ketika akan memasukkan bola ke gawang lawan, dan ketika sebuah tim kesayangan kita ketinggalan score dari tim lawan. Ketika tim kita menang, ada unsur kebanggaan dan kemenangan; sebaliknya ketika kalah, ada unsur kekecewaan dan penasaran.
Demikian juga dengan proses kerja di perusahaan kita, jika kita ingin karyawan kita bekerja dengan happy, dan semangat, buatlah “Game Of Work”, artinya sebuah permainan di dalam bekerja. Contohnya : kita menetapkan sebuah kriteria penilaian, misalnya kehadiran tepat waktu. Ketika sebuah divisi dari perusahaan kita persentase kehadiran tepat waktu dari seluruh anggota timnya paling tinggi di antara divisi lain, maka seluruh anggota tim dari divisi yang menang tersebut berhak memakai PIN kemenangan selama sebulan, lalu di akhir bulan, mereka mendapatkan kesempatan untuk ditraktir makan bakso. Ketika makan bakso, kita foto, dan foto mereka kita pajang di mading kantor, sehingga semua divisi melihat.
Dan masih banyak variasi “Game Of Work” dan reward bagi pemenang, intinya adalah ciptakan semacam permainan yang berhubungan dengan produktivitas kerja. Maka karyawan akan termotivasi, dan tertantang. 

3.    Performance Based Income
Kita buat sebuah sistem di mana, penghasilan karyawan tergantung dari performance mereka di perusahaan. Semakin baik performance yang mereka berikan, semakin besar pula income yang mereka dapat.
Contohnya, sebuah perusahaan garmen yang mempekerjakan beberapa karyawan mengalami kendala, yaitu setiap kali ada pesanan yang semakin banyak, beberapa karyawannya mengeluh karena harus bekerja lebih keras, akibatnya mereka bekerja asal- asalan, dan membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan pesanan. Akhirnya, sang pemilik mengubah sistem penggajian karyawannya. Yaitu, setiap menyelesaikan 10 potong baju, akan mendapatkan tambahan insentif sebesar Rp. 2.000,-. Alhasil, karyawannya bekerja denga lebih giat, dan ketika pesanan banyak datang, mereka semakin semangat. Mengapa demikian ? karena semakin banyak baju yang berhasil ia buat, maka semakin banyak pula insentif yang ia dapat, hal ini berarti penghasilan mereka akan semakin besar seiring dengan semakin banyaknya pesanan.
Nah, apa jenis usaha Anda? Anda dapat memodifikasikannya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan perusahaan Anda. Strategi di atas hanya sebagai contoh penerapan dari “Performance Based Income” 
  
4.    Training dan Refreshing Berkala
Kendala di pekerjaan, hubungan dengan atasan, dan rekan kerja yang kurang harmonis dapat membuat motivasi karyawan menurun. Jika demikian, lama kelamaan performance mereka juga akan menurun, hal tersebut akan mengakibatkan menurunnya performance perusahaan. Oleh karena itu, berikan waktu kepada karyawan untuk melakukan refreshing, minimal 1-2 kali dalam setahun.
Refreshing tersebut dapat diberikan dalam bentuk training, game, ataupun diajak jalan- jalan ke puncak. Dengan diberikannya refreshing berkala, maka performance karyawan akan senantiasa terjaga, dan biasanya setelah diberikan training, performance karyawan akan meningkat hingga 20 %.

5.    Berikan evaluasi dan motivasi secara berkala
Berikan evaluasi secara berkala terhadap kinerja karyawan. Biasanya evaluasi dilakukan secara berjenjang, artinya adalah setiap level jabatan akan dievaluasi oleh atasan langsung di atasnya.
Evaluasi hendaknya dilakukan dengan cara yang sistematis, dan harus dijelaskan kepada karyawan bahwa tujuan dilakukannya evaluasi secara berkala ini adalah untuk membantu meningkatkan performance mereka. Atasan langsung dapat memberikan arahan dan masukan dengan cara yang benar kepada anggota timnya, agar mereka dapat mengembangkan diri lebih lanjut. apa yang menjadi kekurangan selama periode sebelumnya harus segera dibenahi.
Sang atasan juga harus selalu memberikan motivasi, baik secara formal maupun informal kepada anggota timnya.
Demikian tip untuk meningkatkan performance karyawan dari saya, untuk mendapatkan materi, dan  tip- tip praktis secara lebih detail dan mendalam mengenai pokok bahasan di atas, bisa Anda dapatkan di dalam Public Training, serta In-House Training dan Workshop saya (Herry Santoso).

Sampai bertemu di puncak juara,
Salam juara,

Anda boleh koq menyebarkan artikel ini kepada sebanyak mungkin orang, namun dengan tetap menyertakan informasi di bawah ini ya.

Penulis : 
Herry Santoso
-       Penulis buku “6K : Ilmu Rahasia Sang Pemenang”, Penerbit : Gramedia, 2014
-       Motivator and Trainer

Twitter       : @herrytrainer
FB             : herrymotivator
Instagram : @herrymotivator
Untuk mengundang Herry Santoso untuk memberikan Coaching, Training, dan Motivasi di Perusahaan Anda, silakan menghubungi Consultant kami :
Prosma Institute
Phone : 085100 465050 / 0811 959 3004
                 www.prosmainstitute.com 
           

No comments:

Post a Comment