Saturday, August 31, 2013

Leadership Tips : Bagaimana Cara Menjual Visi Anda Kepada karyawan ?




Leadership Tips : Menjual Visi Anda

John C Maxwell mengatakan bahwa seorang pemimpin adalah orang yang memiliki pengikut. Ia mengatakan bahwa jika seorang pemimpin tanpa pengikut, maka pemimpin tersebut hanya jalan- jalan saja, alias tidak akan dapat melakukan hal- hal yang bermanfaat. Banyak pemimpin baru di dalam suatu perusahaan mengalami kesulitan di dalam menggerakkan anggota timnya ke arah perubahan yang diharapkan. Dan jika hal ini yang terjadi, tanpa adanya terobosan untuk mengatasinya, maka sebagian besar anggota tim tidak akan ikut bergerak ke arah perubahan yang diberikan sang pemimpin, dan akhirnya kepemimpinannya tidak akan bergerak ke manapun juga. Hasilnya pasti akan tetap sama dengan kondisi sebelum ia mulai memimpin.

Apapun peraturan yang ia terapkan, termasuk di dalamnya sistem reward and punishment juga tidak akan banyak membantu persoalan yang ia hadapi. Rasanya seperti sedang menghadapi tembok beton yang sangat keras, sulit ditembus. Tidak dapat dipungkiri bahwa kejadian ini merupakan persoalan serius yang jika tidak diatasi akan membuat sang pemimpin dan pengikutnya menjadi frustasi.

Untuk itu, harus dilakukan terobosan di dalam memimpin. Berikut ini adalah beberapa tips, baik bagi pemimpin baru, maupun pemimpin lama yang telah mengalami kesulitan di dalam menggerakkan anggota timnya ke arah perubahan :
·      Buat kesan pertama bahwa Anda adalah pemimpin yang baik, dapat dipercaya, dan dapat diandalkan
Menurut Prof Mehrabian, kredibilitas seseorang ditentukan oleh :
Visual (penampilan, postur): 55%
Voice (intonasi, artikulasi ) : 38 %
Verbal (isi pembicaraan)  : 7 %

Kebanyakan orang menilai kredibilitas seseorang berdasarkan apa yang mereka lihat terlebih dahulu. Menurut data di atas, kredibilitas seeorang jika dinilai secara visual sebesar 55%. Oleh karena itu, ketika pertama kali memasuki lingkungan baru tempat Anda memimpin, persiapkan diri sebaik mungkin.
Hal- hal yang harus Anda persiapkan adalah :
-          Cara berpakaian
Sesuaikan pakaian Anda dengan lingkungan tempat Anda bekerja. Contohnya jika Anda (Pria) adalah Director/Manager baru di sebuah perkantoran, maka pakailah pakaian selayaknya Director/ Manager. Yaitu memakai kemeja, celana panjang, kaos kaki, sepatu formal, dasi, dan bila perlu pergunakanlah jas. Semuanya itu harus diperhatikan keserasian bentuk dan warnanya.
Dengan demikian, ketika anggota tim baru melihat penampilan Anda, maka akan tercipta kesan bahwa adalah seorang Director/ Manager yang profesional, dan kompeten.
-          Postur tubuh
Perhatikan cara Anda berjalan, ketika Anda melangkah, melangkahlah dengan badan tegap, rilex, namun dengan langkah yang penuh percaya diri. Jangan berjalan dengan sangat lambat dan bahkan menyeret sepatu Anda, hal tersebut akan menciptakan kesan bahwa Anda tidak percaya diri, malas, dan belum siap memimpin.
Ketika Anda menyapa mereka, sapalah dengan bersahabat dan senyum yang tulus, maka mereka akan menerima kehadiran Anda.
·      Jual visi Anda
Seorang pemimpin harus memiliki visi yang besar, jika seorang pemimpin tidak memiliki visi yang besar, maka tidak banyak orang yang mau mengikutinya. Namun memiliki visi yang besar saja belumlah cukup, ketika anggota tim tidak mau menerima visi tersebut, maka mereka juga tidak akan bergerak menuju visi tersebut.
Oleh karena itu, langkah pertama Anda adalah : Jual-lah visi Anda kepada mereka. Bagaimanakah cara menjual visi ? Perhatikan ini, kebenaran yang harus diketahui oleh semua pemimpin adalah bahwa para pengikut tidak membeli visi dari seorang pemimpin, tetapi yang mereka beli adalah pribadi pemimpin itu sendiri. Artinya adalah bahwa para mengikut dengan tulus akan mengikuti visi sang pemimpin ketika mereka telah menerima dan respect terhadap pribadi sang pemimpin tersebut. Seberapa hebat-pun visi seorang pemimpin, jika keberadaannya tidak diterima oleh para calon pengikutnya, maka dapat dipastikan bahwa anggota tim tidak akan mau mengikuti visi sang pemimpin. Itulah yang disebut dengan kegagalan seorang pemimpin.
Jadi dua langkah untuk membuat anggota tim bergerak ke arah visi adalah :
-          Jadilah pribadi yang mudah diterima dan disukai ("Achievable" dan "Memiliki Likeability")
-          Milikilah Visi besar untuk diikuti
·      Berikan reward jika mencapainya
Berikan insentif/ reward yang menarik agar mereka mau mengikuti dengan lebih antusias lagi visi Anda. Reward itu tidak harus dalam bentuk uang, seringkali penghargaan yang bersifat emosional, prestige, dan personal sangat efektif untuk diterapkan. Contohnya adalah : bagi tim yang berhasil menjalankan visi yang baru, akan diberikan piagam, dan diumumkan di papan pengumuman kantor, atau mungkin akan diberikan “Recognition” pada saat meeting tahunan dengan sebuah celebration yang megah; atau bagi yang melaksanakan tindakan yang sesuai dengan yang diharapkan, bagi keluarganya akan dikirimkan ucapan terima kasih dalam bentuk kartu ucapan selamat langsung dari director, dan masih banyak lagi contoh yang bisa diterapkan.
·      Berikan langkah- langkah panduan bertahap
Berikan kepada anggota tim langkah- langkah praktis dan mudah diterapkan, dengan demikian mereka termotivasi untuk melakukannya. Bila perlu, sang pemimpin juga ikut terlibat dan memberikan contoh. Karena seringkali, seseorang enggan untuk berubah/ melakukan tindakan yang diharapkan perusahaan bukan karena malas, tetapi frustasi karena belum tahu cara/ langkah- langkah praktis untuk melakukannya.
Bagi Anda yang sedang berpikir keras karena anggota tim tidak mau melakukan tindakan yang Anda harapkan, cobalah dengan berbicara dengan mereka, dan berikan panduan langkah- langkah praktis, serta melangkahlah bersama mereka. Saya yakin, mereka akan mulai bergerak bersama Anda.
·      Lakukan evaluasi, dan berikan motivasi
Lakukanlah evaluasi berkala atas tindakan yang telah mereka lakukan , serta evaluasilah hasilnya. Jelaskan kepada mereka bahwa evaluasi ini bukanlah untuk menjatuhkan mereka, tetapi untuk membantu mereka di dalam mengatasi kendala ketika bekerja, dengan demikian Anda akan dapat membantu mencarikan solusinya bagi mereka.
           
Demikian tips kepemimpinan dari saya, untuk mendapatkan tips- tips praktis secara lebih detail dan mendalam mengenai kepemimpinan, bisa Anda dapatkan di dalam In-House Training dan Workshop saya.

Sampai bertemu di puncak juara,
Salam juara !


Anda boleh koq menyebarkan artikel ini kepada sebanyak mungkin orang, namun dengan tetap menyertakan informasi di bawah ini ya.

Penulis : 
Herry Santoso
-       Penulis buku “6K : Ilmu Rahasia Sang Pemenang”, Penerbit : Gramedia, 2014
-       Motivator and Trainer

Twitter       : @herrytrainer
FB             : herrymotivator
Instagram : @herrymotivator

Untuk mengundang Herry Santoso untuk memberikan Coaching, Training, dan Motivasi di Perusahaan Anda, silakan menghubungi Consultant kami :
Prosma Institute

Phone : 085100 465050 / 0811 959 3004
                 www.prosmainstitute.com 

Profile Herry Santoso



Profile Herry Santoso
 

Herry Santoso
Motivator yang Memotivasi Berkat Pengalaman Hidup

Bangkit Setelah Terbelit Utang
Herry Santoso adalah sulung dari tiga bersaudara. Tinggal di Semarang, papa dan mamanya seorang penjual bumbu- bumbu dapur yang dibungkus kecil- kecil, lalu dijual ke pasar- pasar.  

Kondisi keuangan keluarga seringkali membuat kami tidak bisa mendapat makan yang cukup, adik sempat putus sekolah, dan kami sempat tidak memiliki uang untuk memperpanjang rumah kontrakan,” tuturnya.

Sejak kecil hingga remaja, Herry merupakan seorang anak yang minder dan kuper (kurang pergaulan). Mungkin karena ia memiliki pola pikir bahwa ia adalah orang miskin dan tidak memiliki apa- apa. Untuk membantu keuangan keluarga, ia pernah berjualan sandal secara door to door dan berjualan piring kertas ke pasar-pasar. Begitulah kisah pilu sosok Herry Santoso kecil.

Dulu rumah kontrakan yang ditinggali oleh keluarga sudah habis masa kontraknya. Tinggal satu hari lagi.  Waktu itu orangtua Herry mengatakan bahwa mereka tidak memiliki uang untuk membayar kontrakan.  Singkat cerita, akhirnya sekeluarga berusaha meminjam uang ke sana kemari. Kepada saudara-saudara untuk membayar kontrakan tersebut. Akhirnya mendapatkan pinjaman, meskipun harus mendengar kata-kata yang kurang mengenakkan dari saudara-saudara.

Keadaan itulah yang mendorong Herry untuk mencari pekerjaan di Jakarta. Pada tanggal 24 Januari 2004, di usia 22 tahun Herry mantap berbekal sebuah tas yang berisi pakaian, dan uang Rp 150.000. Uang tersebut pemberian dari keponakan papa, ia berangkat merantau ke Jakarta. Di Jakarta, Herry mengalami banyak proses pembentukan yang dari Tuhan dan memang tidak mudah. “Saya pernah tidak bisa makan, sehingga harus minum air kran untuk mengenyangkan perut saya.”, katanya

Mengawali karier sebagai medical representatif (sales di perusahaan farmasi) selama beberapa tahun. Pengalaman demi pengalaman kerja ia tempuh demi untuk bertahan hidup. Hingga pada suatu kali ia mendirikan beberapa perusahaan dan menjadi  presiden direktur serta konsultan dari sebuah perusahaan pembuat roti (bakery) selama beberapa tahun. Berbekal pengalaman kerja dan mengelola beberapa Perusahaan, ia lalu memutuskan untuk menjadi seorang Motivator dan Service Excellence and Handling Complaint Training Specialist. Salah satu perusahaan yang ia dirikan adalah : Prosma Institute, Yaitu sebuah perusahaan yang bergerak di bidang training ( pelatihan) Sumber Daya Manusia.

Bertemu Dunia Public Speaking

Puji Tuhan, setelah berjuang sekian tahun, Tuhan membuka jalan. Usaha yang ia lakukan berbuah hasil dan akhirnya bisa membuka beberapa Perusahaan. Herry kini berfokus memberikan pelatihan bagi banyak perusahaan. Jadi, tepatlah sebuah kalimat yang mengatakanfrom zero to hero itu ia alami sendiri. Semakin mantap menjalani hidup dan meyakini motto Inspiring People to Be A Champion., dan “TanpaTuhan, saya tidak bisa berbuat apapun.” Dan berkat Tuhan pula, kini ia menikmati keluarga yang bahagia. Istrinya seorang dokter Gizi, ia bernama dr. Irene Gabriela, dan dikaruniai sepasang putra dan putri.

Herry sangat yakin saat memutuskan untuk menjadi trainer pada tahun 2006-2007. Salah satu hal penting yang melatarbelakangi menjadi seorang trainer adalah karena “Janjinya kepada Tuhan”. Ceritanya seperti ini, setelah beberapa tahun merintis karir sebagai seorang Medical Representatif, ia mendapat tawaran dari sebuah bank untuk mengajukan pembuatan kartu kredit. Pengajuan kartu kredit tersebut disetujui. Herry menggunakan kartu kredit dengan tidak bijaksana.

Ia seperti dendam dengan masa lalunya yang serba terbatas secara ekonomi lantas ingin membeli apa saja dengan kartu kreditnya. Herry membeli Alat musik “Keyboard” dan berbagai barang yang ia inginkan. Tanpa disadari, tagihan kartu kredit sudah melebihi batas kredit serta tagihan cicilan bulanan kartu tersebut 3x lebih besar dari gaji bulanan. Ia tidak dapat membayar cicilan selama lebih dari 1 tahun.

“Hidup tidak tenang karena dikejar-kejar oleh debt collector, sepertinya hidup saya sudah berada di jurang yang terdalam,” katanya. Ia merasa sangat sesak dan tidak tahu harus meminta tolong dari siapa. Meminta bantuan orangtua  di Semarang jelas tidak mungkin karena mereka juga tidak memiliki uang. Herry terpaksa menghadapi kondisi tersebut seorang diri. Namun, ia justru sadar bahwa itu adalah kesalahannya sendiri. Ia memutuskan untuk tidak lari tetapi menghadapi para debt collector dengan sabar dan baik.

Ia mohon ampun kepada Tuhan atas kesalahan tersebut. Ia yakin bahwa Tuhan akan menolongnya. Di dalam hati, ia berdoa dan berjanji kepada Tuhan bahwa jika Tuhan menolong maka ia akan membantu sebanyak mungkin orang dengan apa yang dimiliki. Suatu ketika Herry datang kepada mentornya (Pak Paulus Suwargiono dan Bu Yulia Suwargiono). Mereka berdua yang menguatkan dan mendoakannya. Akhirnya Tuhan menolongnya melalui bisnis yang ia rintis. Lambat laun hutang kartu kreditnya terlunasi dalam jangka beberapa bulan. “Terima kasih Tuhan,” ucap Herry.

Janji yang pernah diutarakan Herry dalam doanya kemudian ia lakukan. Karena merasa memang bukan seorang milliarder yang dapat memberi uang kepada orang yang membutuhkan,  setelah direnungkan maka ia akan menolong sebanyak mungkin orang dengan apa yang dimiliki. Salah satu hal berharga yang ia miliki adalah pengalaman dan karunia untuk mengajar. Itulah yang akhirnya mendorong Herry untuk menjadi seorang trainer yang mengajar serta memberikan inspirasi kepada banyak orang. Sampai kini Herry sangat menikmati profesi  sebagai seorang trainer, khususnya di bidang Motivasi, Service Excellence, Handling Complaint, dan “Komunikasi Efektif”.

Ingat Janjinya Kepada Tuhan

Awal merintis karir sebagai seorang public speaker yang belum dikenal memang tidak mudah untuk mendapatkan klien. “Untuk mendapatkan klien, saya mulai dengan memberikan training secara gratis kepada beberapa perusahaan, namun meskipun saat itu tidak dibayar,  saya tetap tampil all out dan memberikan yang terbaik  untuk mereka.”, katanya.

Dalam pikiran Herry hanya bahwa yang penting adalah mendapatkan “peluang” dan bukan semata-mata uang. Puji Tuhan setelah beberapa waktu lamanya menjalani proses tersebut ia mampu menunjukkan kredibilitas sebagai seorang Public Speaker. Sampai saat ini ada banyak klien dari beberapa perusahaan besar. Bahkan beberapa perusahaan yang dulu ia berikan training gratis, kini menjadi klien tetapnya.

Menekuni bidang training karena tiga hal, ia memiliki passion dan kemampuan di dalam mengajar. Dengan memberikan inspirasi dan tips–tips sukses Herry dapat membantu dan bermanfaat bagi sebanyak mungkin orang, dan janjinya kepada Tuhan. “Jika kita berbagi Ilmu kepada orang lain, maka Ilmu tersebut akan bermanfaat bagi orang- orang seumur hidupnya” imbuhnya. Herry mengajarkan peserta dengan pengalaman yang pernah dilakoninya selain materi yang dikemas dengan humor segar sekaligus ditutup dengan perenungan. Ia senantiasa membawakan trainingnya dengan humor segar, dan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta sehingga suasana pelatihan menjadi asik dan seru.

Sebagai trainer, kita harus mampu memahami kondisi dan karakter peserta yang berbeda-beda dan harus mampu memfasilitasi mereka. Pengetahuan dan informasi terus bertambah dan mengalami perubahan (terlebih di era digital seperti sekarang ini), sehingga sebagai trainer kita dituntut untuk terus melakukan Upgrade diri dan materi, sehingga materi yang diberikan tetap relevan dengan peserta. Tantangan berikutnya adalah bahwa sebagai trainer, kita harus menghidupi apa yang kita ajarkan, karena kita bertanggung jawab penuh kepada Tuhan.”, katanya.

Herry terinspirasi dari berbagai tokoh seperti Paulus Suwargiono dan Yulia Suwargiono, serta Philip Triatna dan Julie Tane. Mereka adalah pasangan suami istri yang menginspirasnya. Kerendah hatian mereka dan kepedulian mereka dengan kehidupan orang lain telah menyentuh hatinya. Ketika ia sedang dalam proses menerbitkan buku yang ditulisnya “6K : Ilmu Rahasia Sang Pemenang”, Pak Philip memberi dorongan dan dukungan. Buku yang berisi tentang rumusan Kompetensi, Kesempatan, Keputusan, Kerja Keras dan Cerdas, Kepemimpinan Pribadi, dan Karunia Tuhan. Fokuslah pada PELUANG, bukan pada UANG. Dengan buku itu, Herry ingin berbagi pengalamannya mengenai fokus pada keunggulan pribadi Anda dan berikan standar pelayanan yang terbaik buat pelanggan.

Profile Profesional Herry Santoso :
Herry Santoso merupakan Service Excellence and Handling Complaint Training Specialist, Public Speaker, dan Penulis Buku “6K : Ilmu Rahasia Sang Pemenang” ( Penerbit Gramedia). Ia telah berpengalaman memberikan training selama lebih dari 10 tahun bersama Prosma Institute, sebuah lembaga Training yang didirikannya di Jakarta. 

Ia telah diundang sebagai Narasumber Radio SMART FM dan Radio HEARTLINE FM dengan topik bisnis dan motivasi, serta telah banyak diundang untuk memberikan Coaching dan Training kepada banyak perusahaan dari berbagai bidang, mulai dari : Rumah Sakit, Perbankan, Logistik, Asuransi, Securities Company, Retail, Property, Manufaktur, Apotik, Pendidikan, Pemerintahan, Call Centre, dan lain sebagainya. 


Beberapa klien beliau di antaranya : RS. Mitra Keluarga ( cab. Kemayoran, Bekasi Barat, Bekasi Timur, Cikarang, Depok, dan Kalideres), RSIA Family, RS. Premier Jatinegara, RS. Columbia Asia, RSB Permata Ibunda, RS Imanuel Bandar Lampung, RS. Wahidin Sudirohusodo Makassar, RS. Atma Jaya, RS. Husada, RS. Eka Hospital, PT. BPR Cipatujah Jabar ( Bank Perkreditan Rakyat), PT. Mitsubishi Electric Automotive Indonesia, PT. Jamsostek, PT. Era Indonesia ( #1 Property Agent in Indonesia), Toko Buku Gramedia, PT. Indo Premier Securities, PT. Novell Pharmaceutical Laboratories, PT. Pan Pacific Insurance, PT. YKK Zipco Indonesia, Suku Dinas Tata Ruang DKI Jakarta, PT. Tirta Nusa Persada, PT. Duet Pratama Samudra, PT. Kasih Karunia PT. Stella Maris International, Apotek K-24, dsb.  

Spesialisasi training yang ia berikan adalah : Service Excellence, Handling Complaint, Communication Skill, Presentation Skill, Leadership, Motivation. 
  
Gayanya yang antusias, penuh humor, hangat, dan dapat menyampaikan materi dengan mendalam, serta mudah dimengerti dan dipraktekkan membuat training- training yang beliau berikan disukai oleh para peserta, dan memberikan hasil yang signifikan.

Metode training yang diberikan Herry Santoso adalah metode Coaching dan Workshop, di mana setiap peserta akan dimunculkan potensi/ kemampuan terbaik mereka, training bersifat dua arah (two ways interaction), disertai tanya jawab di setiap sesi, enlightment, games- games yang seru dan menarik, diskusi, workshop, role play, serta sesi motivasi pribadi                  

Untuk mengundang Herry Santoso untuk memberikan Coaching, Training, dan Motivasi di Perusahaan Anda, silakan menghubungi Consultant kami di :

PROSMA INSTITUTE
Phone : 085100 465050 / 0811 959 3004