Saturday, August 31, 2013

5 Hal yang Wajib Dilakukan Karyawan Jika Ingin Karirnya OK



-               5 Hal yang Wajib Dilakukan Karyawan Jika Ingin Karirnya OK -

            Para juara, tahukah Anda bahwa ada banyak faktor yang menentukan penilaian setiap karyawan ? Dan di antara penilaian tersebut, penilaian dari atasan- lah yang seringkali menjadi penentu . Meskipun standar penilaian telah dibuat sedemikian rupa, subjektivitas penilaian atasan tetaplah yang lebih penting dan berpengaruh.
            Kata kuncinya adalah “ disukai”. Setiap manusia akan menyenangi dan cenderung mendukung orang- orang yang “disukainya”. Semakin kita menjadi manusia yang disukai, semakin besarlah kesempatan yang kita miliki. Jika kita ingin menjadi karyawan yang disukai atasan, ada 5 hal yang wajib kita lakukan. Silakan simak 5 hal tersebut di bawah ini :
1.  Ceria dan antusias
Ketika Anda sedang berada di dekat teman Anda yang seringkali mukanya cemberut dan tidak antusias, bagaimana perasaan Anda ? Apakah Anda akan senang berlama- lama dengan orang tersebut, ataukah Anda ingin segera pergi menghindarinya ? Saya yakin bahwa Anda ingin menghindar.
Kebanyakan manusia akan cenderung senang dan mendukung setiap orang yang “menyenangkan” dirinya, minimal tidak membuat perasaannya terganggu. Demikian pula dengan seorang karyawan. Ketika setiap hari ia datang ke kantor dengan wajah cemberut dan sikap yang tidak bersemangat, lambat laun ia akan menjadi karyawan yang tidak disukai rekan- rekan kerja dan atasannya.
Jangankan mendapatkan kenaikan jabatan, sang atasan justru lebih senang kalau karyawan tersebut tidak berlama- lama lagi berada di timnya. Kunci rahasia yang pertama untuk mendapatkan kesempatan lebih adalah : “ Jadilah orang yang disukai “, atau biasa disebut dengan orang yang memiliki “Likeability”, yaitu suatu kemampuan yang dimiliki seseorang untuk cenderung disukai oleh orang lain.
Anda ingin memiliki karir yang baik ? Tersenyumlah, dan bekerjalah dengan antusias ! Maka Anda akan menjadi manusia yang menyenangkan, dan mendapatkan kesempatan lebih besar.

2.  Selesaikan pekerjaan tepat waktu
Setiap atasan akan menyukai karyawan yang selalu menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu, atau bahkan lebih cepat dari yang dijadwalkan. Dengan demikian, karyawan tersebut akan dinilai sebagai orang yang profesional, memiliki kesungguhan bekerja, dapat diajak bekerja sama, dan bisa diandalkan.
Setiap karyawan yang tepat waktu berarti orang yang rajin dan mampu memanage waktu dengan baik. Kunci kedua untuk mendapatkan kesempatan lebih besar adalah “ kerjakan tugas Anda tepat waktu dan sesuai dengan harapan atasan, bahkan melebihi harapan”

3.  Berikan ide- ide jika diperlukan atasan
Pada saat Anda sedang meeting ataupun sedang berdiskusi dengan atasan dan rekan kerja Anda, biasakanlah untuk secara aktif ikut memberikan ide- ide dan pemikiran- pemikiran mengenai persoalan yang sedang dibahas. Beberapa orang enggan untuk mengeluarkan ide- idenya karena merasa bahwa ide yang ada di pikirannya kurang bagus dari ide orang lain, alias merasa rendah diri. Jika merasa demikian, hal yang harus dilakukan adalah, keluarkan ide- ide Anda, dan jangan berpikir lebih jauh terlebih dahulu mengenai apa yang akan dipikirkan orang lain. Belum tentu orang lain selalu memiliki penilaian buruk terhadap ide Anda.
 Yang penting adalah membiasakan diri terlebih dahulu untuk mengeluarkan ide. Nantinya setelah terbiasa, Anda akan menjadi orang yang selalu aktif memberikan ide- ide. Berpikirlah sederhana, tidak ada ide yang buruk, dan tidak ada ide yang baik. Yang ada adalah ide yang paling tepat untuk diterapkan di setiap situasi yang ada. Biasakanlah untuk memberikan solusi bagi persoalan yang ada.
Orang yang selalu aktif memberikan ide akan dinilai sebagai orang yang menguasai pekerjaan ( capable), peduli dengan kemajuan perusahaan, dan memiliki pengetahuan yang luas. Anda ingin mendapatkan kesempatan lebih di dalam karir Anda ? Keluar dari zona nyaman Anda ! Berikan ide- ide kreatif bagi tim dan perusahaan Anda ! Maka Anda akan menjadi karyawan yang berharga bagi perusahaan.


4.  Selalu terbuka terhadap masukan atasan
Salah satu tindakan yang tidak menyenangkan adalah tidak bisa menerima masukan dari orang lain. Sikap seperti ini akan menghambat kemajuan setiap orang. Mengapa demikian ? Hal tersebut karena kita membutuhkan “feedback” atau masukan dari orang lain demi kemajuan kita. Seperti sebuah pernyataan bahwa “ manusia tidak akan bisa melihat punggungnya sendiri”, demikian pula, seringkali kita tidak bisa melihat kelemahan dan kesalahan kita dengan mudah. Oleh karena itu, kita membutuhkan orang lain untuk memberikan masukan demi kemajuan kita.
Seringkali, seorang atasan akan menjadi tidak “respect” kepada bawahan yang tidak mau diberi masukan, alias ngeyel. Tahukah Anda bahwa sikap tidak mau menerima masukan ini akan menjadi persoalan besar yang akan menghambat karir setiap orang ?
Kunci keempat untuk mendapatkan kesempatan lebih besar di dalam karir adalah : “ Jadilah insan yang berjiwa besar, dan terbuka dengan setiap masukan”. Ketika ada masukan, jangan cepat- cepat mengambil kesimpulan dan berespons. Tenangkan diri, dan evaluasi ( introspeksi).

5.  Selalu jawab atasan dengan kata- kata yang  memukau
Cobalah hal ini : ketika atasan Anda memberikan instruksi atau tanggung jawab untuk Anda lakukan, jawablah dengan “ Siap pak”, atau “ Baik pak, segera saya kerjakan”, dan tentu saja, setelah itu, Anda benar- benar melakukannya dengan sungguh- sungguh dan segera. Yakinlah, bahwa Anda akan memiliki kredibilitas yang baik di hadapan atasan maupun rekan kerja Anda.

                        Demikian tip dari saya mengenai 5 Hal yang Wajib Dilakukan Karyawan Jika Ingin Karirnya OK. Sampai bertemu lagi di dalam tip- tip saya selanjutnya.  

Salam Juara !

Anda boleh koq menyebarkan artikel ini kepada sebanyak mungkin orang, namun dengan tetap menyertakan informasi di bawah ini ya.

Jakarta, 6 Februari 2014
Penulis : 
Herry Santoso
-       Penulis buku “6K : Ilmu Rahasia Sang Pemenang”, Penerbit : Gramedia, 2014
-       Motivator and Trainer

Twitter       : @herrytrainer
FB             : herrymotivator
Instagram : @herrymotivator
Untuk mengundang Herry Santoso untuk memberikan Coaching, Training, dan Motivasi di Perusahaan Anda, silakan menghubungi Consultant kami :
Prosma Institute
Phone : 085100 465050 / 0811 959 3004
                 www.prosmainstitute.com 
           

Leadership Tips : Digging Depth



Leadership Tips : Digging Depth (Menggali Kedalaman)

 

Bagi Anda yang berada di level kepemimpinan dengan kedalaman minimal dua level di bawah Anda seperti struktur di bawah ini :

 
                                                                                                                                                                   NB :Struktur di atas hanyalah contoh untuk memudahkan pembahasan.     













Pernahkan Anda mengalami terjadinya turn over yang tinggi di level kedua di kedalaman Anda ? Jika pernah, pertanyaan yang harus Anda renungkan adalah : “Apakah penyebab terjadinya turn over, dan bagaimana solusi terbaiknya ?” Pertanyaan tersebut harus Anda dapatkan, sehingga solusi terbaik bisa segera Anda terapkan.  
 
Secara umum, penyebab terjadinya turn over yang tinggi di dalam sebuah perusahaan dapat kita kategorikan ke dalam tiga kategori berikut ini :

1.    Sumber daya yang ada bukanlah orang yang tepat
2.    Sistem kerja di Perusahaan yang kurang baik
3.    Kepemimpinan dan pendekatan atasan yang kurang baik

Di dalam artikel kali ini, saya akan membahas penyebab ketiga, yaitu faktor kepemimpinan dan pendekatan atasan yang kurang baik. Seperti kita ketahui bersama bahwa Keberhasilan sebuah tim sangat ditentukan oleh level kepemimpinan sang pemimpin, yang tercermin dalam caranya memimpin, membimbing, dan memperlakukan anggota timnya. Di sebuah perusahaan yang tidak saya sebutkan namanya mengalami turn over yang sangat tinggi di Entry Level. Ternyata setelah dilakukan evaluasi, ditemukan bahwa penyebab turn over yang tinggi adalah karena perlakuan Supervisor tim tersebut yang kurang bijaksana. Contohnya adalah : sering menyalahkan, membentak dengan kata- kata kasar, dan terkesan tidak mau mendengar saran dari anggota timnya. Selain itu, Supervisor tersebut juga sering melakukan kecurangan di hadapan anggota timnya, dan mengancam mereka agar tidak melaporkan pelanggarannya. Tindakan yang kurang bijaksana tersebut tidak diketahui oleh atasan sang Supervisor (Area Sales Supervisor). Biasanya ketidaktahuan ini terjadi karena atasan Supervisor tersebut hanya meluangkan waktu untuk bertemu dan berbincang dengan Supervisor di bawahnya, namun tidak mau mendengarkan anggota tim dari Supervisor tersebut. Dan biasanya juga, setiap orang, termasuk Supervisor tersebut ketika sedang dievaluasi oleh atasannya, pasti hanya akan melaporkan hal- hal baik yang mereka lakukan. Hal ini untuk mengamankan posisinya.

Oleh karena itu, sangatlah bijaksana kalau setiap pemimpin mau meluangkan waktunya untuk melakukan “ Digging Depth”, yaitu menggali sampai dua level kedalaman. Namun demikian, dibutuhkan kebijaksanaan di dalam melakukannya. Karena jika tidak, akan menimbulkan kesan bahwa kita tidak percaya kepada manager/ supervisor di bawah kita, dan bisa menyebabkan tersinggung pihak lain.

Ada beberapa teknik  yang tepat untuk “Digging Depth”, tanpa menyebabkan tersinggung dan rusaknya kredibilitas manager/ supervisor di bawah kita, antara lain :

1. Sampaikan di awal pada saat kita mengangkat seorang  manager/ supervisor bahwa nantinya setiap periode tertentu kita akan melakukan evaluasi terhadap kinerja dan kepemimpinannya. Evaluasi tersebut dilakukan dengan cara pengisian kuesioner oleh bawahan manager/ supervisor tersebut, dan dilakukan interview terhadap mereka.

2.  Jelaskan kepada yang bersangkutan bahwa penilaian ini bersifat objektif dan bermaksud untuk kemajuan bersama serta pertanyaan yang diberikan kepada bawahannya telah dipersiapkan dengan penuh pertimbangan yang matang, sehingga tidak akan merendahkan kredibilitasnya sebagai pemimpin. Bila perlu tunjukkan kisi- kisi pertanyaan yang ada di dalam kuesioner dan interview, dengan demikian, tercipta rasa aman dan transparansi.

3.  Pada saat pengisian kuesioner, jelaskan kepada peserta bahwa kuesioner ini harus diisi dengan kejujuran, dengan maksud baik, dan tidak perlu menulis nama. Dengan demikian, pengisian kuesioner akan berlangsung dengan obyektif, dan tanpa rasa takut disalahkan oleh atasan.

4. Interview dilakukan secara empat mata, dan berikan pertanyaan- pertanyaan yang tidak mengandung unsur merendahkan atasan mereka.

Demikianlah beberapa tips di dalam melakukan “Digging Depth” dari saya , untuk mendapatkan tips- tips dan penjelasan lebih detail, dan mendalam mengenai materi tersebut, Anda dapat mengikuti In- House dan Public Training saya.

Salam Juara !

Anda boleh koq menyebarkan artikel ini kepada sebanyak mungkin orang, namun dengan tetap menyertakan informasi di bawah ini ya.

Penulis : 
Herry Santoso
-       Penulis buku “6K : Ilmu Rahasia Sang Pemenang”, Penerbit : Gramedia, 2014
-       Motivator and Trainer

Twitter       : @herrytrainer
FB             : herrymotivator
Instagram : @herrymotivator
Untuk mengundang Herry Santoso untuk memberikan Coaching, Training, dan Motivasi di Perusahaan Anda, silakan menghubungi Consultant kami :
Prosma Institute
Phone : 085100 465050 / 0811 959 3004
                 www.prosmainstitute.com 
           

Motivation Tips : Cara Membuat Diri Selalu Termotivasi





Membangun Motivasi diri, Membangun Masa Depan 


            Pernahkah Anda mendengar teman- teman Anda mengeluhkan mengenai beban kehidupannya, atau beban pekerjaannya, ataupun atasannya yang tidak mau mengerti kondisi dirinya ? atau pernahkah Anda mendapati diri Anda mengeluhkan hal yang serupa ? Sebagai manusia, hal tersebut nampak manusiawi dan wajar terjadi, karena bagaimanapun juga manusia masih hidup di dalam daging. Namun, mari kita renungkan sejenak, apa jadinya jika kegiatan “mengeluh” itu dilakukan setiap hari dan setiap saat ? itu sudah tidak wajar lagi.
            Mengapa demikian ? karena 100% kalimat yang kita ucapkan ketika mengeluh adalah kalimat- kalimat negatif, dan bersifat pembenaran. Kalimat- kalimat negatif tersebut sama seperti virus mematikan yang bersifat melemahkan semangat juang, dan kreativitas kita. kalimat- kalimat seperti : saya tidak bisa, itu tidak mungkin, itu semua karena salahnya, dan lain sebagainya merupakan kalimat perusak hidup kita. Tidak ada orang sukses di dunia ini yang tidak pernah menemui kesulitan, dan hambatan. Bahkan ada beberapa di antaranya yang memiliki hambatan fisik, dan  anggota tubuh yang tidak lengkap. Contohnya adalah seorang motivator yang bernama “Nick Vujicic”, beliau terlahir tanpa memiliki tangan dan kaki.
            Salah satu hal sederhana yang diinginkan Nick adalah  memeluk istrinya di tepi pantai. Bagi kita hal tersebut nampak sederhana, namun bagi Nick, hal tersebut adalah hal yang boleh dikatakan sangat mustahil, karena ia tidak memiliki tangan dan kaki. Namun demikian, Nick terus berjuang dengan motivasi tinggi, hingga akhirnya mencapai kesuksesan dalam kehidupan dan finansialnya, bahkan kini ia justru menjadi motivator bagi  banyak orang. Apakah tidak ada alasan yang menghambat Nick untuk maju ? Dengan mudah, kitapun  dapat memberikan banyak alasan bagi Nick untuk tidak maju. Alasan- alasan tesebut adalah : Nick tidak memiliki tangan dan kaki, bagaimana ia bisa bekerja ? Kalaupun ia memaksakan diri bekerja, bisa jadi menjadi bahan olokan dan bahan belas kasihan bagi banyak orang yang melihatnya. Nampaknya wajar jika Nick menghentikan langkah perjuangannya untuk maju, dan memilih untuk menyalahkan Tuhan, menyalahkan orang tua yang melahirkannya, dan juga menyalahkan keadaan. Namun Nick memilih jalan sebaliknya, ia mengucap syukur kepada Tuhan, bersandar kepada-Nya, dan Tuhan memberikannya kekuatan untuk berjuang, sehingga  Nick mampu membalikkan keadaan, dari orang yang seharusnya dikasihani,  menjadi orang yang memotivasi banyak orang. Luar biasa bukan?
 Nah, apa rahasia yang dimiliki Nick, dan orang- orang sukses lainnya sehingga mampu memotivasi diri mereka, tabah menghadapi persoalan, dan mampu tampil sebagai pemenang ? Rahasianya adalah :
1.   Memiliki Iman kepada Tuhan
2.  Selalu memilih untuk bersyukur atas kondisi yang kita terima, dan percaya bahwa Tuhan akan memberikan jalan keluar kepada umat-Nya yang selalu bersyukur, berserah kepada-Nya, dan berusaha sebaik mungkin
3.  Pantang mengeluh
4.  Pilih apa yang masuk ke dalam pikiran kita, dengan cara :
a.      Membaca kitab suci secara rutin
b.   Membaca buku- buku yang bersifat membangun ( Buku motivasi, leadership, bisnis, biografi orang sukses) minimal 15 menit / hari
c.       Pilih bergaul dengan teman yang positif
5.    Renungkan :
·         Apa yang menjadi panggilan kita, dan ketika kita meninggal kelak, kita ingin dikenal sebagai siapa ?
·         Hal positif apa yang kita inginkan terjadi di dalam hidup kita?
·         Apa Goal kita di masa datang ? (5-10 tahun mendatang)
·       Buatlah Goal setting yang jelas, dan buatlah jadwal kegiatan mingguan, di mana segala aktivitas yang Anda lakukan setiap minggu akan membawa Anda ke arah Goal Anda
6.    Bekerjalah berdasarkan goal Anda tersebut, dan dedikasikan pekerjaan itu untuk Tuhan

Bagi Anda yang ingin mendapatkan training lebih detail dan mendalam, disertai dengan langkah- langkah praktis untuk melakukan setiap point di atas (bagaimana cara membuat Goal setting yang benar, cara membuat jadwal kerja yang benar, bagaimana membuat diri kita selalu termotivasi, bagaimana cara menguasai pikiran kita agar tidak terpengaruh oleh omongan negatif dari lingkungan kerja kita, dll) bisa Anda dapatkan di dalam Public Training, atau In-House Training dan Workshop saya. (Herry Santoso)

Sampai bertemu di puncak juara,
Salam juara,

Anda boleh koq menyebarkan artikel ini kepada sebanyak mungkin orang, namun dengan tetap menyertakan informasi di bawah ini ya.

Penulis : 
Herry Santoso
-       Penulis buku “6K : Ilmu Rahasia Sang Pemenang”, Penerbit : Gramedia, 2014
-       Motivator and Trainer

Twitter       : @herrytrainer
FB             : herrymotivator
Instagram : @herrymotivator
Untuk mengundang Herry Santoso untuk memberikan Coaching, Training, dan Motivasi di Perusahaan Anda, silakan menghubungi Consultant kami :
Prosma Institute
Phone : 085100 465050 / 0811 959 3004
                 www.prosmainstitute.com